infoterviral.com – Persita Tangerang vs Arema, Tuan Rumah kembali gagal meraih poin setelah kalah 0-1 dari Arema FC pada Jumat (10/4) malam WIB di Banten International Stadium. Hasil ini terasa menyakitkan karena Persita tampil dominan, tetapi gagal memaksimalkan peluang.
Persita Dominan, Tapi Buntu di Depan Gawang Hingga Kalah
Sejak menit awal, Persita langsung mengambil inisiatif serangan. Mereka menguasai bola dan mengatur tempo permainan. Namun demikian, Arema FC memilih pendekatan berbeda dengan bermain sangat defensif.
Tim tamu menutup ruang rapat dan menunggu peluang lewat serangan balik. Strategi ini membuat Persita kesulitan menembus lini belakang lawan. Meski begitu, Persita tetap mampu menciptakan beberapa peluang berbahaya.
Gelandang Persita, Pablo Ganet, menilai timnya sudah bermain cukup baik. Selain itu, ia menegaskan bahwa Persita mampu mengontrol jalannya pertandingan, terutama pada babak pertama.
“Kami mengontrol pertandingan dan menciptakan peluang. Kami juga mampu meredam serangan balik mereka,” ujar Ganet.
Gol Arema Ubah Jalannya Pertandingan
Akan tetapi, situasi berubah ketika Arema berhasil mencetak gol. Setelah unggul, mereka langsung menumpuk pemain di lini pertahanan. Akibatnya, Persita semakin kesulitan menemukan celah.
Persita mencoba meningkatkan intensitas serangan. Mereka terus menekan demi menyamakan kedudukan. Namun, rapatnya pertahanan Arema membuat setiap peluang sulit dikonversi menjadi gol.
“Kami terus menyerang, tetapi mereka bertahan sangat dalam. Karena itu, kami gagal mencetak gol,” lanjut Ganet.
Carlos Pena Soroti Finishing Persita hingga bisa Kalah
Di sisi lain, pelatih Persita, Carlos Pena, juga mengungkapkan kekecewaannya karena kalah. Ia menilai timnya layak mendapat hasil lebih baik.
Menurut Pena, Persita menciptakan peluang dari berbagai situasi. Namun demikian, penyelesaian akhir menjadi masalah utama yang belum teratasi.
“Kami seharusnya bisa mendapatkan poin. Kami menciptakan peluang, tetapi tidak mampu memanfaatkannya,” kata Pena.
Selain itu, ia menyoroti perubahan permainan setelah kebobolan. Arema langsung bertahan total dengan banyak pemain. Dengan demikian, ruang gerak Persita semakin terbatas.
Meski kecewa, Pena tetap mengapresiasi kerja keras timnya. Ia menilai para pemain sudah menunjukkan determinasi tinggi sepanjang laga.
Baca Juga : Lautaro Martinez Cedera Lagi, Inter Milan Terancam Kehilangan Momentum
Kesempatan Bangkit di Laga Berikutnya
Selanjutnya, Persita akan menghadapi Persik Kediri pada 19 April 2026. Laga ini menjadi momentum penting untuk bangkit.
Jika ingin kembali ke jalur kemenangan, Persita harus meningkatkan efektivitas serangan. Dengan begitu, dominasi permainan bisa berujung pada hasil nyata di papan skor.
0 Komentar