Petkovic Lawan Swiss, Laga seru antara Swiss vs Aljazair pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 segera bergulir. Pertandingan pada Jumat (3/7/2026) pukul 10.00 WIB ini menjadi momen emosional bagi Vladimir Petkovic. Pelatih timnas Aljazair tersebut akan menantang mantan tim asuhannya sendiri.
Petkovic pernah menakhodai armada Swiss cukup lama, yaitu sejak 2014 hingga 2021. Meski mengenal luar dalam skuad lawan, juru taktik berpengalaman ini enggan jemawa. Jelas Petkovic lawan Swiss dengan kewaspadaan penuh tanpa merasa memiliki keuntungan khusus.
Petkovic Menepis Anggapan Keuntungan Taktis Lawan Swiss
Mantan gelandang Swiss, Blerim Dzemaili, sempat melontarkan sebuah pendapat. Ia menilai pengetahuan mendalam Petkovic akan menjadi senjata rahasia bagi Aljazair. Namun, pria berumur 62 tahun itu langsung menepis anggapan tersebut.
Menurutnya, era sepak bola modern sudah sangat terbuka. Peta kekuatan setiap tim tidak lagi memiliki rahasia misterius. Jika ia tahu karakter pemain Swiss, mereka juga pasti tahu gaya bermainnya.
“Sepak bola telah mengglobal dan semua orang tahu satu sama lain. Tak ada rahasia lagi dalam permainan. Saya tak menilai tahu seseorang sebagai keuntungan besar. Seperti halnya saya tahu para pemain, mereka juga tahu saya,” kata Vladimir Petkovic tegas.
Petkovic mengaku gembira bisa berjumpa kembali dengan mantan anak asuhnya. Namun, emosi tersebut harus sirna begitu peluit sepak mula berbunyi. Ia memprediksi laga akan berjalan sangat berat. Oleh karena itu, skuad Aljazair wajib mengerahkan kemampuan hingga 120 persen.
Keresahan Lini Belakang Les Fennecs
Petkovic sadar betul bahwa Aljazair menyandang status underdog. Catatan mereka sepanjang fase grup kurang begitu mentereng. Les Fennecs hanya mengemas satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.
Hal yang paling mencemaskan sang pelatih adalah rapuhnya lini pertahanan. Sejauh ini, gawang Aljazair belum pernah mencatatkan clean sheet.
Secara spesifik, ia menyoroti buruknya antisipasi terhadap tembakan jarak jauh. Lawan berhasil mencetak lima dari tujuh gol Aljazair dari luar kotak penalti. Salah satunya adalah aksi magis Lionel Messi pada laga pembuka grup. Saat itu, bintang Argentina tersebut memberondong gawang Luca Zidane dengan tiga gol.
Harapan dari Ketajaman Lini Serang
Kendati lini belakang rapuh, Petkovic sedikit bernapas lega. Barisan depan Les Fennecs mulai menemukan ketajamannya kembali. Aljazair sukses menyarangkan dua gol ke gawang Yordania. Mereka juga mencetak tiga gol ke gawang Austria pada laga terakhir fase grup.
Kelolosan ke fase gugur memicu motivasi besar bagi para pemain. Ini adalah sejarah baru bagi sepak bola Aljazair. Skuad ini menjadi tim Aljazair kedua yang mampu mencapai babak gugur Piala Dunia.
Petkovic berharap motivasi tinggi tersebut bisa menutupi kekurangan tim. Ia meminta anak asuhnya tampil habis-habisan sepanjang pertandingan. Sebab, duel sengit melawan Swiss mungkin saja berlangsung lebih dari 90 menit waktu normal.
Sumber : infoterviral
0 Komentar